Diperbarui pada 01 Juli 2019 10:12


FDK Gagas Revitalisasi Gerakan Dakwah

[www.fdk.uinsgd.ac.id] - Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggagas gerakan dakwah di era disrupsi. Hal ini dilatarbelakangi oleh kebebasan informasi yang difasilitasi media internet. Eksistensi dan kebebasan berekspresi di internet telah menjadi salah satu faktor yang menguat terhadap konflik antar agama. Setiap orang bebas mengekspresikan ketidaksukaan terhadap suku, agama, atau ras antargolongan. Padahal Indonesia adalah bangsa yang majemuk, memiliki 17.508 pulau, 1.340 suku bangsa, 546 bahasa dan 6 agama resmi.

Melalui Annual Conference on Da’wah and Communications yang diselenggarakan di Semarang tanggal 28-30 Juni 2019, Fakultas Dakwah menggagas revitalisasi gerakan dakwah yang humanis-transformatif berbasis kearifan lokal. Gerakan ini sekaligus menjadi tema utama dalam konferensi tahunan tersebut.

Bagi Dekan Fakultas Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Ahmad Sarbini, M.Ag. era kebebasan berekspresi di dunia maya generasi milenial semakin memantapkan diri dalam menyambut era disrupsi. Disrupsi mengubah banyak hal sedemikian rupa sehingga berimbas pada dakwah Islam yang harus responsif terhadap perubahan dan kondisi masyarakat yang terus bergerak menuju kehidupan digital.

Oleh karena itu, bagi  Sarbini, Revitalisasi Gerakan Dakwah Islam menjadi isu yang menarik untuk dikaji secara lebih serius dengan tetap memperhatikan aspek mendasar dari kemanusiaan dan kearifan lokal masyarakat muslim di Indonesia. Hal ini agar sivitas akademika dakwah dan komunikasi tidak terjebak pada isu-isu global yang dapat mereduksi nilai kedakwahan.

“Ini menjadi tantangan serius, karena cara masyarakat muslim menyerap spirit perubahan diri juga sudah terdisrupsi. Misalnya, kini sebagian anak muda muslim memiliki figur-figur millenial sendiri yang lebih terbuka dalam memanfaatkan media digital, seperti Hanan Attaqy, Adi Hidayat, atau Abdus Shomad,”ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung sebagai institusi pendidikan yang lokus kajiannya dakwah dan komunikasi sangat berkepentingan dalam merespon kondisi ini. Apalagi bicara media menjadi bagian tak terpisahkan dari wasilah dakwah.

Hal serupa juga dikatakan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Enjang AS., M.Ag., M.Si. bahwa perubahan yang revolusioner terhadap cara orang berinteraksi, cara orang menyerap informasi sudah sedemikian terdisrupsi.

“Fakultas Dakwah dan Komunikasi harus responsif menjawab perubahan ini, yang paling signifikan adalah kurikulum harus menyesuaikan, sehingga lulusan fakultas Dakwah dan Komunikasi bisa beradaptasi dengan era disrupsi,”ujarnya.***[]



Kirim Komentar

Nama
Alamat Email
Komentar
Kode Captcha:

Profil Fakultas

Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada awalnya merupakan salah satu jurusan di Fakultas Ushuluddin, yaitu Jurusan Dakwah, yang sudah ada sejak berdirinya IAIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 28 Mei 1968.

Selengkapnya


Pengaduan dan Saran

Mahasiswa, dosen, serta masyarakat lainnya dapat mengirimkan pengaduan atau saran kepada pihak fakultas baik terkait dengan pelayanan maupun kegiatan akademik. Pengaduan dapat dikirim melalui tautan di bawah.

Kirim Pengaduan


Informasi Terbaru



11 November 2019 14:08

KPMJ Siap Sukseskan Event FDK




Tautan Terkait