Diperbarui pada 13 Agustus 2019 09:44


Editor In Chief Ilmu Dakwah Semangati Pengelola Jurnal untuk Indeksasi DOAJ

[fdk.uinsgd.ac.id] - Editor In Chief Jurnal Ilmu Dakwah, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag. terus menyemangati para pengelola jurnal di Indonesia untuk meningkatkan rangkingnya di tingkat internasional melalui indeksasi DOAJ atau Directory Open Access Journal.

Motivasi yang diberikan Dr. Uwes selaku Editor In Chief Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati tersebut adalah melalui workshop indeksasi DOAJ, DOI, dan manajemen publikasi ilmiah online terhadap 72 peserta dari Jawa Barat, Jawa Tengah serta Kupang NTT.

Sebelumnya Dr. Uwes telah mendampingi pengelola Jurnal di kampus-kampus yang berada di wilayah Sulawesi, Jakarta, Bandung bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung, dan kini bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia.

Uwes berharap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan seksama, karena banyak hal-hal teknis yang sulit difahami.

“Saya harus 5 kali terlibat dalam pelatihan seperti ini agar benar-benar faham sehingga ilmunya bisa diaplikasikan dalam jurnal yang saya kelola,”ujar Pengelola Jurnal Sinta 2 tersebut.

Menurut dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut, workshop yang diselenggaran di UPI ini merupakan bagian dari 24 rangkai roadshow workshop DOAJ seluruh Indonesia.

Salah satu peserta yang berasal dari perngelola Jurnal Arteks Universitas Katolik Kupang, Rindi Nando Langkek, sangat mengapresiasi kegiatan workshop ini, karena sebelumnya jurnal yang dikelolanya telah ditolak sejumlah 2 kali oleh DOAJ. Walaupun jauh, Ia semangat datang ke Bandung.

“Ini kegiatan sangat bermanfaat untuk kemajuan jurnal kami, karena jurnal kami sudah dua kali DOAJ tapi ditolak. Jadi ini sangat penting  bagi kita pengelola jurnal karena DOAJ itu harapan untk bisa terindeks EPSCO. Jadi sebuah reputasi indeks sedang menuju reputasi indeks tinggi,” cetusnya.

Terkait dengan kepesertaan pengelola jurnal dalam workshop ini, 50 persen dari semua peserta, jurnalnya pernah ditolak oleh DOAJ, seperti dialami oleh Jurnal Arteks dari Universitas Katolik Widya Mandiri Kupang. Dengan keikutsertaan dalam workshop diharapkan pengelola jurnal mengetahui trik dan dapat memperbaiki kesalahannya sehinga ke depan lebih cepat dapat terindeks DOAJ sebagai bagian tahapan untuk naik peringkat ke jejang selanjutnya.

Selain mendapatkan materi praktis tentang indeksasi DOAJ, peserta juga mendapatkan materi tentang pendaftaran DOI dan manajemen publikasi OJS.***[]



Kirim Komentar

Nama
Alamat Email
Komentar
Kode Captcha:

Profil Fakultas

Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada awalnya merupakan salah satu jurusan di Fakultas Ushuluddin, yaitu Jurusan Dakwah, yang sudah ada sejak berdirinya IAIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 28 Mei 1968.

Selengkapnya


Pengaduan dan Saran

Mahasiswa, dosen, serta masyarakat lainnya dapat mengirimkan pengaduan atau saran kepada pihak fakultas baik terkait dengan pelayanan maupun kegiatan akademik. Pengaduan dapat dikirim melalui tautan di bawah.

Kirim Pengaduan


Informasi Terbaru

15 Oktober 2019 08:01

3 Jurnal FDK Terakreditasi Sinta


09 Oktober 2019 14:38

Rektor Lantik 3 Pejabat FDK




Tautan Terkait