Diperbarui pada 13 Agustus 2019 16:25


Cados FDK Ikuti Short Course WMI

[fdk.uinsgd.ac.id] - Sejumlah 15 orang calon dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengikuti Short Course Wahyu Memandu Ilmu (WMI) yang diselenggarakan oleh Konsorsium Wahyu Memandu Ilmu (WMI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Sampireun Resort & Spa, Jalan Raya Samarang Kabupaten Garut tanggal 13 s.d. 15 Agustus 2019.

Berdasarkan surat tugas yang ditandatangani Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. dengan nomor: B-0346/Un.05/III.4/PP.00.9/08/2019 ke lima belas dosen tersebut tersediri dari 2 dosen muda dengan nomor induk pegawai (NIP) 2018, Cados dengan nomor induk pegawai 2019, serta lima orang dosen Badan Layanan Umum (BLU).

Dosen dengan NIP 2018 adalah Ridwan Rustandi, M.Sos dan Fathin Anjani Hilman, M.Pd. sedangkan Cados dengan NIP 2019 adalah Azwar Mudzakir Ridwan, M.T., Devi Eryanti, M.Pd., Muh. Idham Kurniawan, M.Si., Dede Sutisna, M.Pd.I., Acep Muslim, S.Sos., MGMC., Prita Priantini Nur Chidayah, S.Pt., M.I.Kom., Yuyun Yuningsih, S.Sos.I., M.Ag., dan Putri Diesy Fitriani, S.E.Sy., M.E. Sedangkan dosen BLU yaitu: H. Ahmad Fuad, M.Si., Barzan Faizin, M.Pd., Amin Hamdani, M.Ag., dan Sitta Resmiyanti Muslimah, M.Pd.

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, menjelaskan Short Course WMI Angkatan Pertama ini diperuntukkan bagi calon dosen yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai tetap non ASN (Badan Layanan Umum) di lingkungan UIN SGD Bandung.

“Short Course ini merupakan salah satu ikhtiar kampus dalam menyiapkan dosen-dosen muda agar kelak menjadi dosen yang berakhlak karimah dan berwawasan keilmuan nondikotomis, menghargai eksistensi ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum secara bersamaan dalam kehidupan ini, ungkap Guru Besar yang baru saja terpilih kedua kalinya menjadi Rektor UIN SGD Bandung”. 

Selaku Ketua Panitia dan Sekretaris Konsorsium WMI, Dr. Irawan, S.Pd., M. Hum memaparkan bahwa sejak berubah dari IAIN menjadi UIN SGD Bandung pada 10 Oktober 2005, pengembangan paradigma keilmuan yang lebih mencerahkan terus dilakukan, agar orientasi keilmuan UIN SGD Bandung tidak mandeg dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Pada tahun 2006, UIN SGD Bandung membentuk Konsorsium Bidang Ilmu. Konsorsium ini bertugas merumuskan paradigma keilmuan baru yang tidak fragmentaris tetapi dialektis dan nondikotomis. Lembaga ini berhasil merumuskan paradigma keilmuan UIN SGD Bandung yang lebih inovatif dan mencerahkan, yakni “Wahyu Memandu Ilmu”. Pada tahun 2015 nomenklatur Konsorsium Bidang Ilmu diubah menjadi Konsorsium Keilmuan Wahyu Memandu Ilmu (KK-WMI), disingkat Konsorsium Wahyu Memandu Ilmu (K-WMI), ujarnya disela-sela rapat persiapan short course, di ruang kerja K-WMI, Kampus I, Jl. A.H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Jumat (09/08/2019). 

Kegiatan short course ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Sidang Pleno Rapat Kerja UIN SGD Bandung tahun 2019 bidang akademik, penelitian dan pengabdian nomor 6, “bahwa K-WMI harus membantu meningkatkan kualitas dan kepribadian SDM, terutama dosen muda, agar kelak menjadi dosen yang kompetitif secara akademik dan profesional secara manajerial, ujar Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan keuangan Drs. H. Akhmad Lutfi, M.M didampingi oleh Kepala Bagian Akademik Dra. H. Dina Mulyati, M.Pd. 

Short Course WMI angkatan pertama ini menghadirkan 18 narasumber diantaranya Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS., penggagas WMI, yang mengulas tentang sejarah dan metafora WMI; Prof. Dr. H. Asep Muhyidin, M.Ag., yang menyampaikan materi Ilmu kalam; Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si., membahas tentang prospek dan jenjang karir dosen; Prof. Dr. H. Rahmat Syafei, MA. Lc. yang juga Ketua MUI Jawa Barat, mengkaji tentang Ilmu Fiqih; Prof. Dr. H. Idzham Fautanu, M.Ag. yang membahas tentang sejarah sains dan peradaban Islam; Prof. Dr. H. Nurwadjah Ahmad EQ., M.A. yang membahas tentang Ulumul Quran; Prof Dr. H. M. Subandi Drs. Ir. MP. yang membahas tentang Biologi Teoretis; Prof. Dr. Hj Rahayu Kartadinata M.Pd. yang membahas prinsip-prinsip dasar ilmu matematika; Dr. H. Mujiyo M.Ag. membahas Ilmu Hadis; Dr. H. Bambang Qomaruzaman membahas tentang Pendekatan Sufistik Dalam WMI; Dr. Mada Sanjaya, WS. MSi., PhD. yang membahas materi Fisika Teoretis; Dr. Asep Supriadin S.Si., M.Si., yang membahas Ilmu Kimia Teoretis; dan Dr. Dede Suhendar M.Si., yang membahas tentang Pendekatan Saintifik Dalam WMI.

Dalam konteks nasional, Short Course WMI ini, merupakan wujud keseriusan UIN SGD Bandung menjadi pelopor dalam mengaktualisasikan misi integrasi ilmu yang sedang dikaji oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui WMI, UIN SGD Bandung lebih percaya diri dalam membangun Bangsa dan Negara Pancasila yang sedang bersiap merayakan kemerdekaannya yang 74 ini, pungkas Prof. Dr. H. M. Anton Athoillah, MM, ketua Konsorsium WMI.

Menurut Yuyun Yuningsih, salah satu peserta Short Course, acara Short Course WMI angkatan pertama diawali dengan makan siang, pengarahan oleh ketua panitia, dan dilanjutkan dengan pemilihan ketua angkatan.***[sumber foto: Yuyun Yuningsih]



Kirim Komentar

Nama
Alamat Email
Komentar
Kode Captcha:

Profil Fakultas

Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada awalnya merupakan salah satu jurusan di Fakultas Ushuluddin, yaitu Jurusan Dakwah, yang sudah ada sejak berdirinya IAIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 28 Mei 1968.

Selengkapnya


Pengaduan dan Saran

Mahasiswa, dosen, serta masyarakat lainnya dapat mengirimkan pengaduan atau saran kepada pihak fakultas baik terkait dengan pelayanan maupun kegiatan akademik. Pengaduan dapat dikirim melalui tautan di bawah.

Kirim Pengaduan


Informasi Terbaru

13 Agustus 2019 16:25

Cados FDK Ikuti Short Course WMI






Tautan Terkait