Diperbarui pada 16 September 2020 16:22


Dekan FDK Dorong Tendik Miliki Kompetensi Pelayanan Prima

[www.fdk.uinsgd.ac.id] - Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi mendorong agar semua tenaga kependidikan dan Dosen dengan tugas tambahan dapat meningkatkan keterampilan dalam pelayanan prima di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Seratus orang diikutsertakan dalam Workshop Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kegiatan diselenggarakan selama dua hari, bertempat di Aula FDK Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rabu & Jumat (16 & 18, September 2020).

Dekan fakultas dan Komunikasi, Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. menyampaikan laporan, bahwa semua sumber daya manusia pada semua unit terlibat; dari mulai dosen tetap dengan tugas tambahan, tendik, satuan pengaman, sampai cleaning service.

“Semua tendik dan dosen tetap dengan tugas tambahan terlibat, termasuk security dan cleaning service, dari 100 orang peserta, 3 orang tidak bisa hadir karena sakit,” ujar Dekan, melaporkan ke Wakil Rektor II.

Wakil Rektor Prof. Dr. Tedi Priatna, M.Pd. mengapresiasi kebersamaan yang terbangun di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Menurutnya, tidak mungkin fakultas Dakwah dan Komunikasi bisa maju tanpa ada kebersamaan.

“Saya menunggu momen seperti ini, untuk bisa bersua dengan bapak dan Ibu, saya mengapresiasi Pak Dekan, Pak Wakil Dekan, khusus untuk fakultas Dakwah dan Komunikasi, karena dari satu sisi telah melampaui Tarbiyah, sampai saya debat dengan Pak Wadek I, kenapa bisa HKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi melampaui Fakultas Tarbiyah,”ujar Warek II berkelakar sebelum memberikan arahan.

Paradigma Pelayanan Prima

Terkait dengan pelayanan prima, Tedi menekankan pada persoalan paradigm. “Problem utama dalam pelayanan prima adalah paradigma pelayanan . Dekan, wadek, kajur, bukan hanya jabatan tapi melekat dalam diri pejabat adalah paradigma pelayanan dalam bekerja,” Ujar Guru Besar Pendidikan tersebut.

“Pada masa pandemic, ada hal yang cukup krusial, saat mahasiswa melakukan demontrasi sampai jadi trending topic #SunanGunungDjatiMenggugat. Memang hari ini kita tidak melayani pelayanan fisik, tapi bagian administrasi tetap melayani membuatkan surat melalui WhatsApp, dosen juga tetap membimbing secara daring, jadi pelayanan kan tetap ada,”tegasnya.

Tedi berpesan bahwa jabatan itu amanah termasuk satpam dan cleaning service. Menurutnya, paradigm pelayanan sangat sederhana, yaitu sejauh mana jabatan tersebut bermanfaat untuk orang lain. Misalnya satuan pengaman, sejauhmana kehadiran satpam bermanfaat untuk orang lain.  Semua fungsinya harus bermanfaat.

Ia juga berpesan bahwa pimpinan yang baik itu tidak hanya bisa menyuruh tapi juga memotivasi untuk membangun fakultas Dakwah dan Komunikasi  dengan kebersamaan. Apalagi secara personal, Fakultas Dakwah dan Komunikasi SDM-nya memiliki kelas; ada Qori internasional, Dai Nasional, bahkan untuk kegiatan tingkat fakultas MC-nya MC nasional.

Akhir pengarahan, Warek II membuka acara dengan resmi. ***[]



Kirim Komentar

Nama
Alamat Email
Komentar
Kode Captcha:

Profil Fakultas

Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada awalnya merupakan salah satu jurusan di Fakultas Ushuluddin, yaitu Jurusan Dakwah, yang sudah ada sejak berdirinya IAIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 28 Mei 1968.

Selengkapnya


Pengaduan dan Saran

Mahasiswa, dosen, serta masyarakat lainnya dapat mengirimkan pengaduan atau saran kepada pihak fakultas baik terkait dengan pelayanan maupun kegiatan akademik. Pengaduan dapat dikirim melalui tautan di bawah.

Kirim Pengaduan


Informasi Terbaru

21 Oktober 2020 09:38

Purnabakti jadi Motivasi



17 September 2020 14:04

Masa Pandemi FDK Tetap Produktif



Tautan Terkait